2/14/2013

PERCOBAAN I KORELASI ANTARA PANJANG DAN BERAT



BAB I
PENDAHULUAN

I.  1 Latar Belakang
Pada dasarnya setiap organisme di jagat raya ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup.
Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin (Riandari, 2005).
Pertumbuhan dan perkembangan membawa manusia kepada kedewasaan. Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan keturunan sehingga populasi manusia akan terjaga kelestariannya. Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. Jika hewan dan tumbuhan tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, maka akan mengalami kepunahan (Sudjaji, 2007).
Selama pertumbuhan, organisme mengalami proses peningkatan atau pematangan aktivitas organ. Akibat dari pertumbuhan adalah terjadinya pertambahan penjang, lebar, diameter, dan dengan secara pasti akan diikuti pertambahan berat organism, terdapat beberapa alt ukur baik panjang dan berat untuk mengukur perubahan yang terjadi pada suatu organisme maka dari itu dilakukanlah percobaan ini.
I.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu :
1)      Untuk mengetahui apakah ada hubungan korelasi antara panjang dengan pertambahan berat dari suatu sampel yang diukur.
2)      Mengenalkan dan melatih mahasiswa dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan parameter fisik  dalam lingkungan.

III.3 Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan ini dilakukan pada hari sabtu, tanggal 17 Maret 2012 pukul 09.00 sampai 14.00 di Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin.

 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pada dasarnya semua makhluk hidup di dunia ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan, setiap makhluk hidup selalu mengalami pertumbuhan, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Pada dasarnya pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan yang bersifat irreversible, artinya hanya berjalan ke satu arah. Adapun perkembangan adalah proses menuju kedewasaan, maksudnya suatu makhluk hidup akan tumbuh dari kecil menjadi besar. Sejalan dengan itu, juga terjadi kematangan alat-alat perkembangbiakan (Riandari, 2005).
Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin (Riandari, 2005).
Pertumbuhan dan perkembangan membawa manusia kepada kedewasaan. Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan keturunan sehingga populasi manusia akan terjaga kelestariannya. Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. Jika hewan dan tumbuhan tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan, maka akan mengalami kepunahan  karena itu pertumbuhan dan perkembangan sangatlah penting dan berharga bagi hidup organisme (Riandari, 2005).
Pada tumbuhan, perkembangan ini menghasilkan bermacam-macam jaringan dan organ tumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies yang lain. Tetapi, pada dasarnya memiliki persamaan tahapan perkembangan (Hamid, 2010).
Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa factor luar yakni berupa suhu, cahaya, kelembaban dan nutrisi. Adapun factor dalam dapat berupa hormon dan gen. pada tumbuhan ada beberapa hormone yang mempengaruhi pertumbuhan, antara lain auksin, giberelin, sitokinin, asam absitat, asam traumalin dan gas etilen (Hamid, 2010).
Auksin adalah hormon yang berasal dari titik tumbuh tumbuhan, seperti ujung tunas, kambium, bunga, buah, dan ujung akar. Auksin berfungsi merangsang pertumbuhan sel ujung batang, pertumbuhan akar lateral dan akar serabut, dan merangsang pembentukan bunga dan buah. Selain itu, auksin berfungsi mempercepat aktivitas pembelahan sel titik tumbuh dan menyebabkan diferensiasi sel menjadi xilem (Hamid, 2010).
Sitokinin adalah zat tumbuh yang pertama kali ditemukan pada batang tembakau. Hormon ini memiliki beberapa fungsi, antara lain:  Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem, Menunda pengguguran dan penuaan daun, Memperkecil dominasi apikal sehingga mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun, Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik, dan Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah masa istirahat biji  jadi terdapat berbagai hormone yang sangat berperan bagi perkembangan tumbuhan (Hamid, 2010).
Giberelin merupakan zat tumbuh yang memiliki sifat seperti auksin. Giberelin terdapat di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa fungsi, antara lain: memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh, mempengaruhi perkembangan bunga dan buah, mempengaruhi perkecambahan biji,  merangsang pembelahan dan pemanjangan sel dan untuk tumbuhan yang kerdil, jika diberi giberelin akan tumbuh secara normal (Hamid, 2010).
Gas etilen dihasilkan oleh buah yang sudah tua, tetapimasih berwarna hijau yang disimpan dalam kantung tertutup agar cepat masak. Gas etilen juga berfungsi memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, menunda pembungaan, dan menghambat pemanjangan batang kecambah(Hamid, 2010).
Selain itu pertumbuhan juga dipengaruhi oleh beberapa factor eksternal seperti cahaya, suhu air dan nutrisi. Cahaya merupakan salah satu factor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan tumbuhan. Hal itu karena cahaya, terutama cahaya matahari, merupakan factor yang sangat penting untuk melakukan fotosintetis. Intentitas pencahayaan atau penyinaran yang berbeda akan menghasilkan macam pertumbuhan tumbuhan yang berbeda (Sudjaji, 2007).
Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada suhu optimum. Umumnya suhu optimum bagi tumbuhan adalah 22 C – 37 C. hal itu berarti, tumbuhan akan tumbuh dengan baik dan mampu berbunga/berbuah pada kisaran suhu 22 C – 37 C. suhu tersebut biasanya terdapat di daerah tropis dan daerah tertentu pada musim-musim tertentu pula.Tumbuhan membutuhkan air dan nutrisi untuk  pertumbuhan dan perkembangannya. Nutrisi ini harus tersedia dalam jumlah cukup dan seimbang. Nutrisi diambil tumbuhan dari dalam tanah dan udara (Sudiana, 2004).
Unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu zat-zat organik dan anorganik. Zat organik, seperti C, H, O, dan N, sedangkan zat anorganik, seperti Fe, Mg, K, dan Ca. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika salah satu unsur yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Misalnya, kurangnya unsur nitrogen dan fosfor pada tanaman menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan magnesium dan kalsium menyebabkan tanaman mengalami klorosis (daun berwarna pucat) (Sudiana, 2004).
Hewan juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada hewan adalah hasil proses pembelahan mitosis sel-sel tubuh. Hal ini menyebabkan sel membesar sehingga tubuh hewan menjadi besar dan panjang. Sedangkan, perkembangan adalah diferensiasi sel yang mengalami pembelahan menuju individu dewasa. Pertumbuhan pada hewan sering disebut juga perkembangan, yaitu perkembangan dari zigot sampai dewasa. Pertumbuhan dimulai dengan peleburan ovum (sel telur) dengan spermatozoa (sel sperma), dan dihasilkan zigot. Zigot akan bermitosis terus-menerus (Widyadara, 2003).
Dalam kehidupan sehari-hari, massa sering diartikan sebagai berat, tetapi dalam tinjauan fisika kedua besaran tersebut berbeda. Massa tidak dipengaruhi gravitasi, sedangkan berat dipengaruhi oleh gravitasi. Fungsi dari neraca elektrik maupun bukan elektrik secara umum adalah sebagai alat pengukur massa. Kegunaan neraca ini tergantung dari skala dari neraca tersebut missal neraca timbangan elektrik yang ada di pasar swalayan dengan yang di laboratorium tentu sensitivitas dan skala neracanya jauh berbeda (Zaikal, 2006).
Massa adalah banyaknya zat yang terkandung di dalam suatu benda. Satuan SI-nya adalah kilogram (kg). Sedangkan berat adalah besarnya gaya yang dialmi benda akibat gaya tarik bumi pada benda tersebut. Satuan SI-nya Newton (N). Untuk mengukur massa benda dapat digunakan neraca atau timbangan.
Neraca dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti neraca analitis dua lengan, neraca Ohauss, neraca lengan gantung, dan neraca digital (Nanda, 2010).
.Sebagai akibat dari pertumbuhan adalah terjadinya pertambahan panjang, lebar, diameter dan dengan cepet secara pasti akan diikuti pertambahan berat organisme. Karena panjang dan berat itu saling tegak lurus, alat ukur yang lazim digunakan untuk mengukur pangjang dari suatu benda adalah mistar cara kerja dari mistar sendiri adalah dengan cara menghimpitkan skala pada mistar dengan ujung dari suatu benda yang akan diukur kemudian tinggal membaca skala yang berhimpit pada ujung mistar dan kemudian menyimpulkan hasil pengukuran dalam dua dimensi sesuai tingkat ketelitian mistar (Suharno, 2006).
Untuk mengukur panjang, lebar, diameter dan kedalam lubang suatu benda yang relative kecil dibutuhkan ketelitian yang cukup baik, dan yang lazim digunakan adalah jangka sorong. Jangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang digunakan untuk menentukan dimensi dalam, luar dan kedalaman benda.Jangka sorong memiliki bagian uatama yang disebut rahang tetap dan rahang sorong (rahang geser). Skala panjang yang tertera pada rahang sorong disebut nonius atau vernier (Suharno, 2006).


0 komentar:

Poskan Komentar