3/27/2013

INDEKS PERBANDINGAN SEKUENSIAL TERHADAP KEANEKARAGAMAN BENTOS DI EKOSISTEM PERAIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan.
Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi (Faisal, 2011).
Di dalam suatu ekosistem perairan, kita dapat menegnala komponen-komponennya berdasarkan cara hidupnya yaitu bentos, perifiton, plankton, nekton, dan neuston. Salah satu komponen yang memiliki variasi organisme cukup banyak dalam suatu perairan adalah bentos yang memiliki peranan cukup penting dalam ekosistem perairan (Umar, 2012).
Untuk mendapatkan data kuantitatif, mengenai jenis-jenis hewan yang hidup dalam suatu perairan, hewan tersebut dapat ditangkap dengan menggunakan kombinasi berbagai macam cara.contoh alat-alat yang dapat digunakan adalah eikman grab dan ayakan. Maka dari itu dilakukanlah percobaan ini (Umar, 2012).

II. 2 Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan ini adalah :
1.                  Untuk mengetahui keanekaragaman bentos dalam ekosisem perairan berdasarkan indeks perbandingan sekuensial.
2.                  Mengenalkan dan melatih keterampilan mahasiswa dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan keanekaragaman bentos dalam perairan.

I.3 Waktu dan Tempat Percobaan
            Pengambilan sampel dilakukan di danau Universitas Hasanuddin pada hari Sabtu 31 April 2012 pukul 06.00 sampai 08.00 WITA dan Percobaan ini dilakukan  pukul 10.00 sampai 13.00 WITA di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin.  

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut, Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air. Nekton hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan. Neuston organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air. Perifiton merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong. Bentos, hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis (Ternala, 2005).
Bentos adalah organisme yang mendiami dasar perairan atau tinggal didalam atau pada sendimen dasar perairan. Bentos memegang peranan penting dalam perairan seperti dalam dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan, serta menduduki tingkatan tingkatan trofik dalam rantai makanan. Keberadaan bentos pada suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa faktor di lingkungan baik faktor biotik maupun abiotik. Salah satu faktor biotik adalah produsen yang merupakan sumber makanan bagi bentos. Adapun faktor abiotik adalah sifat fisik-kimiawi air diantaranya adalah suhu, arus, oksigen terlarut, kandungan nitrogen, kedalaman air dan subtrat dasar. Penyebaran bentos sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya, pada lingkungan perairan yang mengalir akan berbeda komposisi dan jenisnya dengan perairan yang tenang karena berbagai faktor yang seringkali menyebabkan hal tersebut terjadi (Ternala, 2005).
Berdasarkan ukuran tubuhnya bentos dapat dibedakan menjadi makrobentos, mesobentos, dan mikrobentos. Makrobentos adalah jenis bentos terbesar yang ukuran tubuhnya lebih besar dari 1,0 mm jenis hewan yang termasuk dalam kelompok ini adalah mollusca, annelida, crustaceae, beberapa jenis insekta air, dan larva dari dipteral, odonata dan lain sebagainya (Ternala, 2005).
Mesobentos adalah jenis bentos dengan ukuran tubuh antara 0,1 sampai 1,0 mm. kelompok adalah jenis hewan kecil yang bisa ditemukan di pasir atau di lumpur. Hewan yang termasuk jenis ini adalah mollusca kecil, cacing kecil, dan cristaceae kecil. Mikrobentos adalah kelompok bentos yang ukurannya lebih kecil dari 0,1 mm, ini adalah jenis bentos terkecil yang termasuk di dalamnya adalah protozoa khususnya ciliata. Pengambilan contoh bentos di dalam badan air dapat dilakukan  dengan berbagai   macam alat yaitu eikman grab, Peterson grab, jala
surber, dan bingkai kuadrat (Ternala, 2005).
Eikman grab digunakan untuk pengambilan bentos di badan air yang dasarnya berlumpur dan berpasir lunak. Peterson grab digunakan untuk mengambil bentos di perairan yang dasarnya agak keras yang terdiri dari lempung, pasir dan batu. Ponar grab digunakan untuk mengambil bentos di perairan yang agak dalam seperti danau. Prinsip kerja ketiganya sama yaitu grab dibenamkan ke dasar perairan setelah menyentuh dasar grab tersebut ditutup dan contoh subtract dapat terambil (Pratama, 2009).
Keanekaragaman suatu suatu biota air dapat ditentukan dengan menggunakan teori informasi Shanon-Wiener, komponen lingkungan, baik biotik maupun abiotik akan mempengaruhi kelimpahan keanekaragaman biota air di suatu perairan. Sehingga tingginya kelimpahan individu digunakan untuk menilai kualitas suatu perairan. Perairan yang berkualitas baik biasanya memiliki keanearagamn jenis yang tinggi sebaliknya perairan yang buruk atau tercemar biasanya memiliki keanekaragaman yang rendah (Pratama, 2009).
Nilai indeks keanekaragaman makrobentos yang dihitung berdasarkan fomulasi Shanon-Wiener dapat menentukan beberapa kualitas air dimana bila indeks keanekaragaman makrobentos bernilai < 1,0 berarti kualitas air tercemar berat, bila indeks keanekargaman antara 1,0-1,5 artinya kualitas air tercemar sedang, bila indeks keanekaragaman antara1,6-2,0 kualitas air tercemar tercemar ringan dan bila > 2,0 artinya kualitas air belum tercemar (Pratama, 2009).
Perifiton adalah hewan maupun tumbuhan yang hidup di bawah permukaan air, sedikit bergerak, melekat pada batu-batu, ranting, tanah atau substrat lainnya. Perifiton adalah campuran kompleks dari alga, cynobacteria, mikroba heterotrofik, dan detritus yang melekat pada dasar ekosistem perairan . Perifiton juga dikenal sebagai aufwuchs. Perifiton dari kelompok hewan pada umumnya terdiri dari protozoa dan Rotifera, sedangkan perifiton dari kelompok tumbuhan sebagian besar terdiri dari mikroalga (Afrizal, 1992).
Perifiton dapat tumbuh secara alami pada bermacam benda yang berada di dalam air selama beberapa waktu. Hal ini dapat diindikasikan dari licinnya benda yang ditempeli perifiton, perifiton dapat berfungsi sebagai pakan alami ikan dan ternak atau bahan baku pengolah limbah cair secara biologi (Niken, 2005).
Diatom perifiton adalah mikroalga Bacyllariophyta bersel satu walaupun beberapa diantaranya ada yang berbentuk koloni, yang memiliki kemampuan melekat pada permukaan substrat lebih baik daripada mikroalga lainnya, Diatom perifiton merupakan indikator biologi yang baik untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi pada suatu badan air Pertumbuhan dan perkembangbiakan diatom perifiton sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas senyawa kimia yang terlarut dalam air (Nabilla, 2011).
Plankton adalah makhluk ( tumbuhan atau hewan ) yang hidupnya, mengapung, mengambang, atau melayang di dalam air yang kemampuan renangnya terbatas sehingga mudah terbawa arus. Plankton berbeda dengan nekton yang berupa hewan yang memiliki kemampuan aktif berenang bebas, tidak bergantung pada arus air, contohnya ikan, cumi – cumi, paus, dll. Plankton digolongkan ke dalam beberapa kategori, yaitu, Secara fungsional, plankton digolongkan menjadi empat golongan utama, yaitu fitoplankton, zooplankton, bakterioplankton, dan virioplankton. Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah tumbuhan yang hidupnya mengapung atau melayang dilaut. Ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang (Prasstio, 2010).

Fitoplankton umumnya berupa individu bersel tunggal, tetapi juga ada yang berbentuk rantai. Meskipun ukurannya sangat kecil, namun fitoplankton dapat tumbuh dengan sangat lebat dan padat sehingga dapat menyebabkan perubahan warna pada air laut. Fitoplankton mempunyai fungsi penting di laut, karena bersifat autotrofik, yakni dapat menghasilkan sendiri bahan organik makanannya. Selain itu, fitoplankton juga mampu melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik karena mengandung klorofil. Karena kemampuannya ini fitoplankton disebut sebagai primer produsen.
Bahan organik yang diproduksi fitoplankton menjadi sumber energi untuk menjalan segala fungsi faalnya. Tetapi, disamping itu energi yang terkandung didalam fitoplankton dialirkan melalui rantai makanan. Seluruh hewan laut seperti udang, ikan, cumi – cumi sampai ikan paus yang berukuran raksasa bergantung pada fitoplankton baik secara langsung atau tidak langsung melalui rantai makanan (Prasstio, 2010).  
Zooplankton, disebut juga plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut. Kemampuan renangnya sangat terbatas hingga keberadaannya sangat ditentukan ke mana arus membawanya. Zooplankton bersifat heterotrofik, yang maksudnya tak dapat memproduksi sendiri bahan organik dari bahan inorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen (consemer) bahan organik. konsumen (consumer) bahan organik (Prasstio, 2010).


BAB III
                                                            METODE PERCOBAAN

III. 1 Alat
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah eikman grab, ayakan, baskom, botol sampel dan nampan.

III. 2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah bentos yang diambil dari dasar danau.

III.3 Cara Kerja
A.    Di lapangan:
a.       Eikman Grab
1)      Pengait pada eikman grab dikaitkan agar eikman terbuka
2)      Eikman grab dibenamkan ke dalam danau
3)      Ketika eikman grab telah menyentuh dasar perairan, beban pada tali dilepaskan agar eikman grab tertutup dan subtrat pada dasar danau terambil
4)      Eikman grab di angkat lalu isinya dituangkan ke dalam ayakan dan dibersihkan dengan air danau
5)      Diambil bentos yang telah didapatkan dengan eikman grab.
b.      Ayakan
1)      Subtrat pada dasar danau diambil dengan dikeruk dengan ayakan
2)      Kemudian subtrat yang telah diambil dicuci dengan air danau lalu diambil bentos yang telah diperoleh.
B.     Di laboratorium
1)      Sampel yang telah diperoleh saat pengambilan sampel dikeluaran dari botol sampel
2)      Sampel diambil secara acak kemudian disusun di atas selembar kertas
3)      Kemudian setiap jenis bentos diberi label sesuai jenisnya. Jika ada bentos yang sama jenisnya dianggap  satu run
4)      Lalu sampel yang suadah diambil ditentukan jumlah taksa, run dan spesimennnya.
5)      Lalu dihitung indeks perbandingan sekuensialnya.

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal, 1992. Ekosistem Perairan. Bumi Aksara. Jakarta
Ternala. 2007. Keanekaragaman Hayati Ekosistem. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Umar, M. R.  2012. Penuntun Praktikum Ekologi Umum. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Nabilla, 2011. Karakteristik Biologi dan Peranan Plankton. http://www.scribd. com. Diakses pada hari Rabu tanggal 4 April 2012. Pukul 15.35 WITA.

Niken, 2005. Pengertian dan Penggolongan Bentos. http://entahsiapa15. Wordpress.com. Diakses pada hari Rabu tanggal 4 April 2012. Pukul 15.35 WITA.

Prasstio, 2010. Biologi Laut Plankton dan Fitoplankton. http://harryprasstio. blogspot.com. Diakses pada hari Rabu tanggal 4 April 2012. Pukul 15.30 WITA.

Pratama, 2009. Parameter Pertumbuhan Fitoplankton. http://zonaikan.wordpress. com. Diakses pada hari Rabu tanggal 4 April 2012. Pukul 16.30 WITA.
            

0 komentar:

Poskan Komentar