5/22/2013

Mitos Membunuh Hewan Saat Hamil Menyebabkan Bayi Lahir Mirip Hewan Yang Dibunuh


Pernah dengar tidak katanya ibu yang sedang  hamil ataupun suaminya itu tidak boleh membunuh binatang karena katanya nanti anaknya mirip binatang yang dibunuh. Di Indonesia yang masyarakatnya masih banyak yang percaya akan hal – hal yang berbau mitos dan tahayul sering menghubungkan kelainan atau cacat pada bayi yang baru lahir dengan mitos tersebut, jika ada bayi yang lahir menyerupai kodok dan kebetulan ayah si bayi adalah penjual kodok orang akan berpikir “pasti karena ayahnya bunuh kodok anaknya jadi kayak gitu”. Bayi lahir dengan kondisi cacat sangat umum terjadi, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2007 Setiap tahun sekitar 10 juta ibu dan remaja puteri mengalami komplikasi kehamilan dan banyak dari peristiwa tersebut yang meninggalkan bayi cacat atau infeksi.
 Ada banyak faktor mengapa bayi lahir cacat. Salah satunya karena faktor genetik/keturunan. Ini mungkin terjadi apabila ayah, ibu, atau salah satu anggota keluarga telah memiliki cacat. Biasanya keadaan abnormal tersebut akan diturunkan pada generasi berikutnya. Faktor-faktor genetik ini bisa menurun secara dominan, bisa juga hanya sebagai resesif/pembawa faktor. Masalah tersebut bisa juga terjadi pada saat pembuahan berlangsung, sehingga menghasilkan kromosom  yang tidak normal pada si janin.
Jumlah kromosom yang tidak normal biasanya disebabkan karena kesalahan pada saat pembelahan meiosis, yakni terjadinya gagal berpisah (nondisjuction), yaitu anggota-anggota pasangan kromosom homolog  yang tidak berpisah  dengan benar saat meiosis I. kemungkinan lain, kromatid-kromatid saudara gagal memisah saat meiosis II. Pada kasus-kasus ini, satu gamet menerima dua kromosom dari tipe yang sama sedangkan gamet yang satu lagi tidak menerima salinan kromosom dari tipe tersebut.
Jika salah satu gamet yang cacat menyatu dengan gamet normal saat fertilisasi, zigot juga akan memiliki jumlah kromosom yang abnormal. Kondisis ini dikenal  sebagai aneuplodi. Fertilisasi yang melibatkan gamet  tanpa salinan kromosom tertentu akan menyebabkan zigot kekurangan satu kromosom. Mitosis setelahnya  akan meneruskan  anomali  tersebut kepada semua sel embrio. Sehingga akibatnya  dihasilkan individu yang abnormal.
Faktor lain yang cukup sering mengakibatkan kecacatan bayi muncul karena terjadi gangguan saat kehamilan. Gangguan itu mungkin muncul pada saat awal kehamilan, yaitu masa-masa penentu bagi pertumbuhan dan pembentukan tubuh janin. Misalnya saja, sang ibu terserang infeksi Rubella pada usia kehamilan trimester pertama sehingga ketika lahir, bayinya mengalami cacat pendengaran dan penglihatan. Bisa juga terjadi, gangguan baru muncul saat kehamilan memasuki usia trimester ketiga atau pada saat proses persalinan.
Terlepas dari hal tersebut mitos atau bukan yang pasti membunuh binatang bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan kecuali jika binatang tersebut membahayakan dan mengganggu kenyamanan.

0 komentar:

Poskan Komentar